ENGLISHKITA Communication

Archive for January 2017

Memang tidak mudah belajar bahasa Inggris di Indonesia kalau hanya berharap pada guru bahasa Inggris lokal. Bukan karena gurunya kurang cakap, atau kurang cakep, tetapi karena masih banyak hal yg tidak bisa dilakukan oleh guru tersebut dengan keterbatasan waktu ajar yg sangat minim. Dalam hal grammar, vocabulary, intonation, dan accent, misalnya, guru lokal yg cakap pasti bisa membantu siswa-siswinya untuk mempelajari dan mempraktekkan hal-hal tersebut secara efisien, efektif, dan akurat. Apalagi kini tersedia teknologi Informasi dan Komunikasi yg bisa menyediakan contoh2 yg sangat otentik.

Nah, program 999+ video-based ini sangat cocok utk para guru, dosen, pelatih, dan pembelajar bhs Inggris yg memerlukan akses materi yg tak tetbatas utk kegiatan-kegiatan mengajar dan belajar. Video-video clipsnya tetap asli, bukan dibuat utk kelas2 bhs Inggris, sehingga speed, rythm, pronunciation, register, accent, dsb. masih termasuk asli karena interaksinya bersifat native. Demikian juga dengan para bintang, yg sebagian besar adalah native-speakers of English. Oleh karena itu, dengan memiliki akses ke video2 ini, masalah materi utk pelajaran, homework, evaluasi, dan game tak perlu lagi merepotkan. Dengan akses ini, mengajar, siapapun, dimanapun, dan kapanpun, bisa dilakukan secara kolaboratif dan aktif. Setiap klip video sudah dilengkapi dengan latihan2 bahasa Inggris yg disusun oleh para pakar komunikasi, linguistik, teknologi, psikologi, dan otak secara cermat sehingga betul-betul sesuai dengan kebutuhan para pengajar dan pembelajar bahasa Inggris.

Silakan mencobanya.

Salam ENGLISHKITA,

Agus Satoto

Advertisements

Setelah lebih dari 15 tahun memberi training atau pelatihan bahasa Inggris kepada ribuan English learners di Jabodetabek, kini ENGLISHKITA secara fisik hadir di Semarang, Jawa Tengah. Namun demikian layanan training, testing, dan translating onlinenya tetap hadir di seluruh negeri. Khusus di daerah Semarang dan sekitarnya, layanan private bisa diberikan secara face to face. Silakan hubungi ENGLISHKITA jika Anda memerlukan pelatihan bahasa Inggris, baik secara private maupun corporate.

Salam ENGLISHKITA,

Agus Satoto

 

Kompetensi berbahasa Inggris masih terus menjadi masalah bagi sebagian praktisi bisnis, akademisi, dan orang awam yang kegiatan hidupnya bersinggungan dengan lingkungan, pekerjaan, atau orang-orang yang berbahasa Inggris. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Makassar, dsb., kompetensi berbahasa Inggris bisa sangat menentukan kualitas kehidupan seseorang. Memang sih banyak juga orang yang hidupnya sangat layak dan bahagia meskipun tak memiliki kompetensi bahasa Inggris. Namun tidak sedikit pula orang yang kualitas hidupnya sangat tergantung kepada kompetensi berbahasa Inggrisnya. Nah, jika Anda termasuk dalam kelompok orang yang kedua, dan sampai sekarang masih ingin memperbaiki kompetensi berbahasa Inggris Anda, ENGLISHKITA siap berkolaborasi.

Silakan hubungi kami di 081932100598 (SMS/WA) atau email @ englishkita@gmail.com, dan mari kita cari solusi bersama untuk memperbaiki kompetensi berbahasa Inggris Anda. ENGLISHKITA menyediakan pilihan program sesuai dengan kebutuhan Anda: 1 bulan (berbasis 99+ klip film), 3 bulan (berbasis 999+ klip film), 8 jam Presentation Skills, 8 jam Writing Skills, 3 bulan Conversation/Discussion, test toefl, toeic, ielt institusional online (2 jam), dan program-program lainnya.

Salam ENGLISHKITA,

Agus Satoto

Catatanku (8).

Menurut para ahli otak, belajar bahasa asing itu ternyata bisa sangat bermanfaat dalam memperbaiki cara kerja otak. Sel-sel otak tampak lebih aktif dan sibuk ketika otak dipakai untuk mempelajari kerumitan-kerumitan baru yg sifatnya sistematis atau terstruktur. Kasus-kasus yg menimpa para pengungsi atau imigran, misalnya, bisa memberi contoh dan bukti yg kuat atas klaim di atas. Para pengungsi atau imigran, yang berpindah ke tempat hidup baru, menghadapi masalah bahasa dan budaya. Sebagian besar dari mereka merasa frustrasi karena tidak bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang menampung mereka. Rasa frustrasi bahasa ini diperparah oleh masalah budaya yg bisa sangat berbeda. Nah, kelas2 bahasa yang diberikan kepada mereka menjadi salah satu solusi yg melegakan, baik bagi mereka yg masih remaja maupun yg sudah dewasa.

Begitu sepenggal kisahnya 🙂

Salam ENGLISHKITA,

Agus Satoto

Apa itu 999+? VIDEO-BASED? ENGLISH PROGRAMS?

ikon999cerah.JPG

Ya, tahun baru, inovasi baru untuk masalah lama, yaitu “Bagaimana meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris secara efektif dan efisien?”

Para ahli linguistik sepakat bahwa pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris, dan bahasa-bahasa asing lainnya, harus bisa berlangsung dalam suasana yang COLLABORATIVE, COMMUNICATIVE, ENGAGING, INTERACTIONAL, AUTHENTIC, INSPIRING, MOTIVATING, ENRICHING, FUN, SELF-PACED, dan sebagainya. Di satu sisi, gurunya mesti memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana pembelajaran seperti tersebut di atas. Di sisi lain, siswa atau pembelajarnya mesti memiliki kemauan dan motivasi yang diperlukan.

Tahun 2017 ini ENGLISHKITA meluncurkan sebuah program yang disebut 999+ VIDEO-BASED ENGLISH PROGRAMS. Program berbasis video ini cocok untuk semua usia dan semua tingkat. Disebut 999+ karena dalam program ini disediakan lebih dari 999 buah video asli/otentik berbahasa Inggris yang diambil dari berbagai macam film yang telah beredar. Lalu, program ini disebut VIDEO-BASED karena semua kegiatan belajar-mengajarnya didasarkan pada materi/kurikulum/silabus yang sudah disiapkan secara profesional oleh para ahli bahasa, ahli psikologi, dan ahli otak. Jadi video-videonya sudah disiapkan sedemikian rupa sehingga bisa membantu semua pembelajar untuk belajar dan meningkatkan 4 kompetensi berbahasa sekaligus (reading, speaking, listening, dan writing). Disamping itu, dengan mengerjakan latihan-latihan yang tersedia secara online dan bisa diakses kapan saja, dimana saja, dengan gajet android apa saja, dan tentu saja komputer (baik laptop maupun desktop), setiap pembelajar bisa sekaligus memperbaiki 4 kompetensi komunikasi. Silakan baca catatan-catatanku di posting sebelumnya.

Untuk bisa mengikuti program ini, setiap pembelajar harus memiliki koneksi internet, lebih bagus lagi wifi, apalagi kalau koneksinya sudah faiberoptik 🙂 Lebih mantap lagi kalau belajarnya berkelompok dan berkompetisi. Lama waktu belajarnya? Cukup 3 (tiga) bulan saja, tetapi mesti intensif ya. Biayanya? Nggak sampai satu juta kok. Guru, fasilitator, atau instrukturnya siapa? SAYA dan tim saya 🙂

Program ini bisa diikuti oleh siapa saja, dari mana saja. Kegiatan speaking atau diskusi lisannya akan diadakan dengan bantuan Skype.

Masih banyak yang perlu dijelaskan ya?

Silakan tulis pertanyaannya di kolom komentar, atau kirim email ke englishkita@gmail.com atau langsung WA di 081932100598.

Salam ENGLISHKITA,

Agus Satoto

 

 

 

Catatanku (7)

Kini banyak sekali beredar film atau video berbahasa Inggris. Sebagian ada subtitlenya yang berbahasa Inggris. Sebagian lagi subtitlenya berbahasa Indonesia. Ada banyak pembelajar bahasa Inggris yang mengaku bisa belajar dan memperbaiki kemampuan berbahasa Inggrisnya hanya dengan melihat film2 tersebut. Sebagian temanku yg sudah termasuk sangat dewasa secara umur juga mengaku bahwa mereka bisa belajar bahasa Inggris melalui video.

Video memang diakui oleh banyak ahli linguistik sebagai salah satu alat yang sangat baik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Banyak sekali pelajaran yang bisa dipelajari dari sebuah video. Misalnya, pengucapan, kosakata, intonasi, grammar, budaya, gaya berbuat, dsb. Semua ini memang visa dipelajari sendiri. Namun bantuan dari seorang guru yang ahli bisa sangat membantu membuat proses pembelajaranya menjadi lebih efektif dan ‘engaging’ serta interaktif.

Trus piyé dong caranya? Berapa lama belajarnya? Bagaimana memilih video yg tepat dengan kebutuhan? 

😁

Salam ENGLISHKITA

Agus Satoto

Catatanku (6)

Topik Catatan ringkas yg ke enam ini termasuk salah satu kompetensi yang penting untuk dikuasai oleh orang-orang yang bergaul secara interkultural, regional, atau Internasional. Kompetensi ini merupakan kombinasi antara kompetensi sosial dan kompetensi linguistik. Orang yang ‘sociolinguistically  competent’ atau kompetensi sosiolinguistiknya tinggi biasanya juga pintar dalam berkomunikasi antarbudaya. Interaksinya dengan orang2 yg berbeda bahasa Dan budayanya bisa berlangsung dengan lancar dan benar tanpa adanya kesalahpahaman atau communication breakdown. Jadi secara sosiolinguistik ia matang dalam berbahasa Dan sekaligus matang dalam bersosialisasi.

Proses perkembangan kompetensi ini juga sangat dipengaruhi oleh faktor2 sosiokultural, termasuk etnis, pendidikan, status sosial, dsb. 

Wah, nggak gampang ini … Ada banyak orang yg Pinter bahasanya tetapi kurang Pinter sosialnya. Demikian juga sebaliknya. Ada juga yg pintar sosialnya tapi kuràng Pinter kompetensi linguistiknya. Kalau tidak secara sistematis belajarnya, ya bisa Saha terjadi ‘gagap sosiolinguistik’.

Nah, bagaimana caranya memperbaiki  kompetensi ini ya?

Salam ENGLISHKITA,

Agus Satoto


Categories

January 2017
M T W T F S S
« Jul   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 11,259 hits
Advertisements
%d bloggers like this: